Berita Utama

Pemkab Ikut Didorong Kawal Konsep City Branding

Dilihat : 6043 Kali, Updated: 23 02 2015 09:13:56
Pemkab Ikut Didorong Kawal Konsep City Branding

Pemkab Banyumas didorong untuk ikut mengawal wacana konsep City Branding daerah ini yang kini tengah bergulir di masyarakat. Wacana city branding ini dalam rangka mencari identitas Banyumas yang lebih cocok dan menjadi daya tarik untuk berbagai aven promosi dan kebanggaan masyarakatnya.

Hal itu mengemuka dalam salah satu topik “urun rembug Banyumas” di forum Juguran HIPMI bersama Pak Dhe-ne (Bupati), semalam di Pendapa Si Panji Pemkab Banyumas. Mendesaknya, Banyumas memiliki konsep City Branding yang terintegrasi, di antaranya disampaikan Heri Kristanto Ketua Bidang Industri Kreatif HIPMI.

Dalam forum tersebut, dia melemparkan gagasan tersebut, karena kemajuan Banyumas dengan Kota Purwokerto, tidak bisa dielakkan ke depan. Sehingga harus ada satu pilihan branding yang menjual dan menjadi kesepakatan banyak pihak.

“Merespon soal City Branding Banyumas atau Purwokerto harus melibatkan banyak pihak, termasuk dari peran pemkab. Sehingga perlu ada dukungan dan dorongan bersama, namun tidak perlu tergesa-gesa, karena harus banyak mendengarkan respon dan masukan dari bawah, termasuk dari kalangan dunia usaha,” tutur pengusaha desain interior eksterior
ini.

Identitas Banyumas, yang bisa menjual dan menjadi kebanggaan bersama, katanya saat ini belum begitu dikenal luas baik di warga Banyumas maupun pihak luar. Identitas simbolis yang sering dipakai, juga belum bisa dipakai sebagai daya tarik atau daya jual yang mengigit dan menjadi brand besar. Misalnya, identitas soal Banyumas dengan mendoan, bawor, kota satria, senjata kudi, lengger atau jenis makanan tertentu.

Padahal identitas sebuah daerah, yang dihasilkan dari pergulatan yang intens dan hasil persatuan kehendak bersama antara warga dan pemerintah serta stakeholder terkait, merupakan modal dasar yang memudahkan dalam strategis branding-nya. “Jangan mudah mengidentitaskan City Branding sekadar menyiapkan loga atau tagline lalu dibautkan promosi atau dilombakan, tapi harus diawali urun rembug model FGD yang melibatkan banyak pihak. Tujuannya, agar nanti ketemu mana identitas yang lebih cocok dan diterima banyak pihak,” ujarnya.

Bupati Achmad Husein berikut sejumlah SKPD merespon positif. Bupati berharap, proses pembentukan dan pengawalan City Branding bisa  berjalan lebih cepat. (Agus Wahyudi/ CN40/ SM Network)

Sumber: http://berita.suaramerdeka.com/pemkab-ikut-didorong-kawal-konsep-city-branding/

Komentar